Friday, September 5, 2008

tears of a king

Suatu kisah menceritakan tentang seorang raja yang sangat baik. Kasih raja kepada rakyatnya sungguh tidak terbatas. Meskipun kerajaannya amat besar, namun raja itu mengenal nama dari masing-masing orang di dalam kerajaannya. Semua rakyat pernah mendapatkan kenang-kenangan dari raja. Jadi, untuk menunjukkan kasih dan penghargaan kepada raja mereka, rakyat memutuskan untuk membuat perayaan besar-besaran tepat di hari ulang tahun raja.

Persiapan untuk perayaan tersebut dilakukan dengan baik. Orang tidak menyayangkan untuk mengeluarkan dana yang besar. Mereka menghiasi rumah mereka dengan lampu-lampu, dekorasi yang indah, dan hiasan-hiasan yang mahal. Pesta dan makanan yang melimpah tersedia di setiap rumah. Masing-masing orang menyediakan kado dan memberikannya kepada sanak keluarga. Banyak dari pemberian-pemberian itu yang harganya mahal. Pendeknya, pada perayaan kelahiran raja tersebut, banyak uang yang dikeluarkan.

Banyak orang yang bukan warga kerajaan tersebut dan yang tidak mengenal sang raja, namun juga ikut bersukacita di dalam perayaan itu. Perayaan terhadap kelahiran raja tersebut juga diwarnai dengan minum-minuman keras yang berlebihan. Sebagian dari rakyat memang dating ke rumah raja untuk membawa hadiah dan mengucapkan terimakasih atas kasih serta perhatian sang raja. Tapi banyak orang juga yang tidak dating sama sekali ke rumah raja. Sebenarnya raja sangat mengharapkan kedatangan semua orang ke rumahnya, karena kedatangan mereka tidak dpat dibandingkan dengan pemberian-pemberian yang indah dan mahal sekalipun.

Alasan orang-orang mengapa mereka tidak datang ke rumah raja sangatlah beragam. Ada yang terlalu sibuk mempersiapkan jamuan untuk tamu-tamu, ada juga yang sudah menyusun acara yang sangat padat untuk mengunjungi sanak keluarga. Yang lain lebih senang berpesta, makan , minum, dan mabuk-mabukan. Rakyat yang datang ke rumah raja disambut gembira oleh raja dan sebelum kembali, raja mengucapkan kata-kata berkat bagi mereka. Setelah rakyat itu pulang, raja berpikir tentang sebagian rakyatnya yang tidak datang ke rumahnya. ‘bagaimana mungkin mereka melupakan saya yang merupakan PUSAT dari perayaan ini? Mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya besar untuk perayaan ini, namun untuk datang menemui saya, mereka tidak punya waktu.” Air mata meleleh di pipi raja, dalam kerunduan dan kesedihannya, ia menangis. Namun kemudian ia berkata, ‘meskipun mereka melupakanku, namun aku tidak akan pernah melupakan mereka.”

Perayaan natal yang sesungguhnya bukanlah pesta, namun HATI yang selalu tertuju kepada Yesus Kristus, dan kerinduan untuk menyenangkan hatiNya, serta bersekutu denganNya. Di hari natal ini, sudahkah hidup kita menyukakan hatiNya??

Yesus lebih menginginkan KITA dripada sebuah perayaan.

Manna Surgawi. 24 Des 2006

0 comments:

Post a Comment