sedang merenung,
untuk apa ya kita berdoa minta umur panjang sama Tuhan, sedangkan sebenarnya di usia tua yang ada hanyalah kesepian, kesakitan, dan ketidakberdayaan?
Kesepian; anak, cucu semua sibuk dengan urusan masing-masing. Ketikapun pada akhirnya mereka datang mengunjungi, terkadang mereka terlalu sibuk berbincang satu sama lain dan tidak memedulikan si orang tua. Terkadang mengobrol dengan orang tua menjadi sesuatu yang membosankan, karena hanya berisi cerita yang sudah puluhan kali diulang-ulang, dan pembicaraan panjang yang tak ada habisnya. Di tengah keramaian, bahkan di tengah kunjungan anak cucu sekalipun kesepian itu tetap ada. Harapan satu-satunya hanyalah pasangan hidup, yang sama2 sudah renta, untuk berbagi kisah hidup yang tiada habisnya.
kesakitan; semakin tua, semakin banyak penyakit menggerogoti, diiringi penurunan daya tahan tubuh, penurunan kemampuan daya serap panca indera, penurunan kondisi kesehatan. Penyakit 'modern' yang begitu banyak siap menerkam. tak terkena penyakit itupun masih harus tetap menerima kenyataan bahwa fisik tidak lagi sekuat dulu, telinga tidak sepeka dulu, lidah tidak selancar dulu untuk berbicara, dan pandangan tak lagi setajam dulu. bahkan, alat bantu panca inderapun dibutuhkan, disamping alat bantu lainnya. dengan kondisi tubuh menurun seperti ini, apa lagi yang bisa dilakukan?
ketidakberdayaan; ketika muda, ketika kesepian itu datang toh masih ada seribu hal yang bisa dilakukan. pergi bersama teman, melakukan hobi ataupun hal-hal yang disukai. tetapi ketika tubuh semakin renta, semakin banyak penyakit menggerogoti, apa yang dapat dilakukan? kegiatan fisik seperti olahraga berat sudah pasti tidak mungkin dilakukan, jalan-jalan juga sulit, stamina tidak lagi seperti dulu, kegiatan yang dulu menjadi hobi dan kegemaran pun sulit dilakukan karena penurunan panca indera. jadi apa yang tersisa untuk dilakukan? tak ada orang untuk diajak bicara, tak ada kegiatan yang bisa dilakukan, sementara tubuh menderita karena penyakit dan penurunan daya tangkap indera dan daya tahan. sungguh tak tau apalagi yang dapat dilakukan.

lalu,
untuk apa kita berdoa minta supaya orangtua kita, orang terdekat kita diberi umur panjang, ketika kita bahkan tak mau menyediakan waktu untuk mereka, untuk sekedar melihat keadaan mereka, menelpon menanyakan kabar, menyediakan telinga untuk mendengar cerita mereka yang sudah diulang beribu-ribu kali, dan untuk membantu melayani kebutuhan mereka akibat kondisi fisik yang semakin menurun?
ketika kita berdoa dengan "egois"nya meminta umur panjang untuk mereka, tapi dengan tega membiarkan mereka, -orang-orang yang seharusnya sangat kita sayangi itu- tenggelam dalam kesepian, kesakitan, dan ketidakberdayaan?
ketika hari-hari hanya diisi dengan rasa sepi, kosong, dan rintihan rasa sakit, apalagi arti dari umur panjang itu sendiri?
*dedicated to my beloved grand mothers, and grandfather whom i love very very much, but sadly i havent done my best to help them feel alive, and to feel grateful for their well being in their late age.