Monday, April 18, 2011
Starting over
Friday, March 25, 2011
The XL project -
Jadi begini ceritanya, The XL project adalah proyek kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker, terutama yang berada di yayasan anak kanker Rumah Kita di Salemba. Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu ini usianya masih kecil, yang paling besar saja baru berumur 12 tahun, tetapi mereka sudah menderita kanker dan menghabiskan hari-harinya dengan perawatan dan pengobatan. Rata-rata mereka berasal dari daerah dan datang ke Jakarta untuk berobat, dan Rumah Kita inilah yang menjadi semacam 'rumah singgah' untuk mereka selama berobat di Jakarta.
Inti dari program ini adalah untuk mengajak jemaat pemuda gereja saya untuk peduli dan mendoakan mereka. Caranya dengan menjadi host parent dari sebuah boneka yang nantinya akan diberikan kepada anak di Rumah Kita tersebut. Kepada setiap jemaat yang berpartisipasi akan diberikan sebuah boneka yang melambangkan seorang anak penderita kanker, dan 'tugas'nya adalah untuk mengajak boneka itu beraktifitas sehari-hari dengan harapan mereka akan selalu mengingat dan membawa dalam doa si anak penderita kanker tersebut. Nantinya boneka ini akan diberikan langsung kepada anak yang bersangkutan, beserta foto-foto selama boneka ini bersama si host parent, dan juga hadiah-hadiah kecil dari si host parent.
Ada 20 orang anak yang terdaftar di Rumah Kita saat itu, jadi ada 20 orang jemaat pemuda yang secara sukarela bersedia menjadi host parent dari boneka itu selama sebulan. Jadilah selama sebulan, setiap hari minggu ada aja yang bawa-bawa boneka itu ke gereja, tentu aja untuk foto-foto. Selama sebulan itu juga banyak yang mengganti profile picture di media sosialnya dengan foto bersama si boneka. Dan saya adalah salah satu peserta dari The XL Project.
Karena jumlah peminat host parent yang cukup banyak, saya kebagian jadi host parent berdua dengan temen saya, Agnes. Saya dapet boneka beruang dengan tag nama Dodi, artinya nama anak penderita kanker yang saya doakan bernama Dodi dan berumur 12 tahun. Ini dia si Dodi
Saya belum pernah ketemu Dodi, jadi saya ga tau anaknya seperti apa. Yang saya tau Dodi ini menderita leukimia. Kasian ya, masih kecil udah sakit leukimia. Anyway, jadilah selama sebulan saya dan Agnes bergantian jadi host parent si "Dodi", ajak jalan-jalan, foto-foto, dan ga lupa mendoakan si Dodi. Ini dia sebagian foto-fotonya.
Setelah sebulan lewat, bonekapun dikumpulkan, dan pengurus mengajak teman-teman yang udah berpartisipasi buat ikutan ke Rumah Kita untuk ngasih boneka beserta kado-kadonya dan bertemu langsung dengan anak-anaknya. Awalnya saya males ikut, dan tadinya memang ga bisa juga karena ada acara. Tapi ternyata acara saya batal dan akhirnya saya bisa ikut ke Rumah kita.
Jujur saya ga tau seperti apa anak-anak yang akan saya temui disana, yang terlintas di benak saya adalah anak-anak yang lesu dan pucat karena sakit, dan ga bisa banyak beraktifitas. Tapi ternyata saya salah.
Begitu kami datang, kami disambut dengan sekumpulan anak kecil yang ceria. Mereka tampak excited melihat ada kakak-kakak yang berkunjung, dengan senyum setengah malu-malu mereka menyapa kami, tapi saya bisa melihat binar-binar semangat di mata mereka. Kondisi fisik mereka memang terlihat lebih lemah, cenderung kurus, ada yang memakai perban disini dan disana, ada beberapa yang terlihat lemas,ada yang terlihat kesakitan dan menangis, tapi di luar itu mereka adalah anak-anak ceria yang penuh semangat. (sayang saya ga punya foto-foto mereka, you should look at them and you'll understand what i mean)
Kakak-kakak pengurus Rumah Kita membimbing mereka untuk menyapa kami, dan meminta mereka menyanyikan lagu untuk kami. Salah satu lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu tema mereka, yaitu lagu D Massive yang judulnya Jangan Menyerah. Oh man, mata saya langsung berkaca-kaca mendengar mereka nyanyi lagu itu dengan polos; saya jadi bertanya-tanya, apakah mereka sadar tentang penyakit mereka sebenernya, karena mereka bisa nyanyi lagu itu dengan benar-benar polos, dengan ceria, dan benar-benar menghayati kata demi kata. Mereka bisa tetap tersenyum bahkan tertawa lepas walaupun dengan kondisi tubuh yang lemah seperti itu, mereka dengan semangat mengajak kami bermain dan bercanda, seperti selayaknya anak-anak kecil lainnya. Sungguh, saya benar-benar terharu melihat mereka.
Dan tibalah saat untuk membagikan boneka dan kado. Jadi, setiap boneka dan kado lengkap dengan foto dan surat untuk si anak sudah dimasukkan ke dalam sebuah kantong karton yang sudah dinamai, untuk memudahkan pembagian. Tapi ternyata data awal yang panitia dapat dari pengurus Rumah Kita berbeda dengan data yang ada hari itu. Berbeda, karena itu rumah singgah, jadi anak-anaknya berdatangan dan pergi. Dan rotasinya ternyata cepat, karena dalam waktu sebulan saja sudah bisa berubah banyak. Ada anak-anak yang sudah pulang ke daerah asalnya, ada yang lagi ada di rumah sakit, dan ada juga yang sudah meninggal. Ya, sudah meninggal. Dan siapa yang meninggal?
Dodi ternyata baru saja meninggal seminggu yang lalu. Selain Dodi ada juga Sara yang sudah meninggal. Begitu tau kalau Dodi sudah meninggal, saya seakan shocked, sedih, merasa yang telah saya lakukan sebulan ini sia-sia. Memang boneka dan kado untuk Dodi akhirnya dialihkan untuk anak lain yang belum terdaftar namanya, tapi tetap saja saya sedih; sedih karena kehilangan seseorang yang bahkan belum sempat saya kenalan secara langsung. Sedih, karena dia pergi dalam usia begitu muda. Yah, memang dari awal ketika bertemu langsung dengan anak-anak itu dan tidak menemukan nama Dodi disana (setiap anak disitu pake name tag btw), terlintas pikiran bahwa Dodi sudah tidak ada. Dan ketika benar mendengar kalau Dodi sudah meninggal, tetap saja saya kaget dan sedih. Oh man...
Begitu boneka dan kado diberikan, mereka terlihat sangat senang. Ada juga yang kecewa karena ga dapet kado seperti yang dia pengen, tapi overall semua tampak senang. Berkali-kali minta difoto, dan beberapa malah lengket dengan teman-teman kami. Ikut senang rasanya melihat anak-anak itu gembira.
Seorang teman cerita, dia ngobrol dengan salah satu ibu tinggal sementara di Rumah Kita itu. Ketika ditanya anaknya umur berapa, si ibu menjawab, "Bulan depan dia bakal berumur 4 tahun, tapi itupun kalo nyampe". Kami sangat miris mendengar jawaban si ibu, dan saya jadi sadar, kalau saya berkunjung kembali kesana sebulan kemudian, belum tentu anak-anak yang saya temui waktu itu masih ada, bisa saja itu menjadi pertemuan yang pertama dan terkahir bagi kami.
Saya jadi merasa kalau masalah-masalah saya ga ada apa-apanya dengan permasalahan hidup dan mati yang dihadapi orangtua dan anak-anak itu setiap harinya. Saya jadi merasa sangat tak bersyukur dengan berkat Tuhan yang sudah diberikan kepada saya. Saya jadi merasa 'bodoh' karena mengkhawatirkan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup saya. Sungguh, seharusnya saya lebih banyak melihat ke bawah daripada ke atas, dan saya akan lebih banyak bersyukur karena banyak orang yang hidup lebih susah dan menderita dari saya.
Thanks to Rumah Kita, saya belajar banyak dari senyuman dan tawa riang kalian, saya belajar banyak dari ketegaran dan ketabahan kalian dalam menjalani hidup
Thanks to Dodi dan Sara, saya belajar untuk lebih menghargai hidup dan waktu yang saya miliki dengan orang-orang yang saya sayangi
Thanks to You, for making this happened. For giving me such a blessed experience and for giving me so much blessing in my life.
Thursday, November 18, 2010
Your job could kill you. Seriously!
This, make me think, your job could kill you, seriously. The pressure, the workload, the unhealthy and unbalanced life, bad working environment, those could kill you slowly. Yes i know, we supposed to be strong and not give up easily facing this difficult life and chalenging work, but maybe you should define your limit. You have to hold steadfastly to your priority and life's value, so you could decide which one is important and which one is not. Once your work started to make your life unbalanced, even started to demand to be your first priority, maybe it's time to rethink and evaluate your life's value. Is your job, your position and your career worth more than your relationship, your health, even your life?
Think and decide wisely! Your money, your position, and your pride wont do any good if you dont have family and special person beside you, or you dont have health to enjoy all of it.
And for those whose friends, family, or beloved ones are trapped in difficult and stressful job, maybe it's wiser to not pushed them too hard, or demand them. Because, you'll never know someone's limit, just support them and be there whenever they need you. While praying they could just choose well, not giving up easily nor stubbornly holding their job.
Sigh. Life is really very short. You could live one day, and the next day you'll be gone. Scary.
*Yes i know, there are many possibilities why my bf's colleague got heart attack, but as far as i know, lots of stress could be one of the trigger. And as far as i know, working at the big four public accountant company is really a stressful work, not everyone could handle it well. So, i just think and write down the possibility :)
Tuesday, November 9, 2010
takdir, believe it or not?
atau kamu percaya bahwa kamu menentukan hidupmu sendiri
Percayakah kamu akan jodoh?
atau kamu percaya bahwa jodoh itu pilihan
Percayakah kamu akan nasib?
atau kamu percaya bahwa nasib itu masalah keteguhan hati
Mengapa ada orang baik dan tulus yang hidupnya susah, dan mengapa ada orang licik yang usahanya selalu berhasil?
Mengapa ada orang egois yang dikelilingi banyak cinta, dan mengapa ada orang berhati besar yang hidup tanpa pendamping?
Kesuksesan tak pernah dapat diraih tanpa usaha keras, disiplin, dan keteguhan hati.
Di sisi lain, sekeras apapun usaha, disiplin dan tekad kita, selalu saja ada kemungkinan untuk gagal.
Diri sendiri dan orang lain tak akan pernah cukup untuk menjamin keberhasilan kita.
Begitupula dengan keteguhan hati, disiplin, dan kerja keras.
Tak pernah akan cukup.
Sepertinya selalu ada faktor T dan faktor A dalam segala hal. Selalu ada campur tangan Tuhan dalam segala sesuatu dan Anugerah yang memungkinkan kita mendapat hal yang sebenarnya tak layak kita dapatkan.
Entahlah..
Terlalu banyak mikir bikin hidup lebih ribet
Monday, November 1, 2010
Create moment and say good bye to a boring life
I just realized that i love moments. I love when i have special event and special day. "Special" doesnt have to be grand, "special" for me is as simple as giving meaning to any ordinary day.
Last monday was special because it was Monday, November 1st. It's 011110. It's the first day of the week and it's also the first day of this month. So, it was really a good chance and perfect time to make something new, something extraordinary. You see, it's only a state of mind. Though at the end of the day i didnt have any extraordinary things to do, at least i was excited to live that day.
You know, with a little creativity and imagination, we could make everyday special (at least for us) Just by putting meaning on each day. For example, i could make today is a special day by thinking it is 15 month 19 day after my bf and i first started our relationship, or it's November 2nd, and about a month and half later i'll have my birthday (haha). Things like that could make today special. You could think of anything to give meaning to your day.
Doing new simple things each day also can make our day extraordinary. Take different route to your office, take public transportation only for today, or drive by your own just for today, cook different menus that u have never tried before, chat with old friends, or even chat with new people. Try doing something new, even it's a small simple thing, could give new meaning to our day, making our day special and extraordinary.
At least it works for me, to help myself getting excited going through each day, and trying to make my life worth living.
And dont forget to be grateful in everything. It's not easy, but at the end grateful feeling could make you feel richer and happier. Because gratitude could make u realized how much blessing have been given to you all of this time. He's good, and always good.
Happiness is a choice, and it's a state of mind.
Happy sweet November, friends! Hang on, it's only a month left before Christmas and holiday
season! :D
Tuesday, October 5, 2010
"gue kan pengen cepet-cepet mati!"
Kalimat itu diucapkan dengan ringan, tanpa beban, dan sambil becanda. Tapi sepertinya dia serius dengan ucapannya.
Benarkah semudah itu untuk berhadapan dengan kematian, bahkan untuk orang yang udah kenal Tuhan?
Ketika hidup seperti udah ga berarti lagi, udah ga ada tujuan hidup, dan masalah begitu banyak dan bertubi-tubi, apalagi jika ditambah kondisi tubuh yang sudah menua dan tak lagi bisa melakukan banyak hal, bisa saja "mati" menjadi pilihan yg terlihat lebih baik, lepas dari semua masalah hidup dan keterbatasan. Benarkah?
Nyatanya, banyak pula orang yang ketika benar-benar dihadapkan pada kematian malah takut setengah mati. Takut untuk mati, tapi enggan pula untuk hidup. Lalu harus bagaimana?

Thursday, September 30, 2010
Twisted wise words
Wednesday, September 15, 2010
Riskan sih, tapi kayanya seru. Pilih mana?

Tuesday, September 14, 2010
Kepo itu (bisa) bahaya!
Monday, August 16, 2010
Babbling, mumbling, whatever
I dunno if it's just me being melancholic, or else. Sometimes i feel that i always try my best to be there for others, for my loved ones. If i feel that they're having problems, or kinda in a bad mood, i ask them, if they're okay, and what happened to them. Ask them about their life, and about their daily stuffs. I do that because i love them, and i just wanna be there for them. I wasnt expected anything in return, actually. Just do that to show them that i care. But, sometimes, my egoistic and melancholic part want them to treat me like i do to them. To merely ask me about my day, to ask me if i am okay, and to initate the conversation. But sadly, again i have to face the truth that you cant expect anything from anyone.
I didnt tell them my problems just because i didnt want to bother them. On the other side, they think that i was too happy, and having no problem at all, so they didnt feel like telling me their problems, coz they think i wouldnt be able to understand them; my -problem-less life wouldnt understand their full-of-problems' life. Sometimes life could be really funny, couldnt it?
Knowing somone's problems sometimes could make me hesitate to tell them about mine, coz, compared to theirs, my problems seems like so tiny, and i shouldnt be fuzzed about that. Well, i am trying my best to handle my own problems, what's inside my head, and on the same time, supporting others for their problems. But, sometimes i just need a pair of ears who are willing to listen to me. Not halfheartedly, not to tell me what to do, but just to truly listen to me; without i need to ask. but maybe i am just asking too much. Coz people said, they are not mind reader, you need to ask them what you need them to do. Yes, i understand that, but, cant i just wish that sometimes they would understand, without i need to ask? No? Oh, hell, whatever.
You know, sometimes, a simple "Hello, are you okay?" could really brighten my day and my mood. Just to be reminded that i am remembered and loved.
But again, somehow, life is all about understanding others, without really expecting to be undestood. Isn't it?
Monday, July 19, 2010
suddenly
suddenly,
missing days of my younger life
days when I could just play around,
days when I could laugh, cry, dance wholeheartedly,
without really have to think about the future
days when I could live freely, experimentally, doing mistakes,
without really have to think about the consequences
...
and suddenly,
Beatles' song "Yesterday" keep playing in my mind
'Yesterday, All my troubles seemed so far away, '
...
and now i promise to myself,
while i still get a chance,
i will live and love wholeheartedly
My youthful life only come once, and it would never come back.
So, let's live, love, and enjoy life.
Because it's God's greatest gift
Wednesday, June 30, 2010
Love you or love me?

then, kalo kaya gitu, "aku sayang kamu" atau "aku sayang aku"?
ketika si "aku" dibuat tak nyaman, marah, dan emosi oleh si "kamu" (sengaja ataupun tak sengaja), bisakah kata-kata "aku sayang kamu" bisa tetap terucap dengan sepenuh hati?
ketika si "kamu" tak berbuat seperti yang si "aku" inginkan, begitu mudahnya keluhan dan omelan keluar dari mulut si "aku", bahkan semudah ketika si "aku" mengucapkan "aku sayang kamu"
atau, ketika ego si "aku" sudah terusik, maka semua kata sayang dan cinta yang pernah terucap hilang entah kemana, yang ada hanyalah pertanyaan "Kok kamu gitu sih?" yang sebenarnya bisa berarti, "kok kamu ga mau ngertiin aku sih? kok kamu ga seperti yang aku harapkan sih?"
Aku, aku, aku, dan aku...
Jika semua tentang "aku", apa arti dari "sayang" dan "kamu" sesungguhnya?
Tuesday, May 18, 2010
worried too much?
i must admitted that sometimes, i am worried too much. and it makes me restless. too much thinking and too much worries isnt good for your health.
I do know that I have extraordinary God, very powerful, Almighty, and nothing is impossible for Him. but the worries still there.
i also know very well that, if i was worried too much, that's means i havent truly believed in Him, in His power. and really, it's a shame. too much blessing, too much help He has been given to me, and yet i still doubted Him? such a shame. He is never be late. He makes everything beautiful in His time. not mine. yet, why do i still worry?
forgive me Lord, i know i shouldnt be worry, at all. Please help me learning to let go. to let You do Your works in my life.
worried too much? dont be. life is too short and too meaningful for that!
have a blessed day, readers!
Sunday, April 18, 2010
untuk apa berumur panjang?
untuk apa ya kita berdoa minta umur panjang sama Tuhan, sedangkan sebenarnya di usia tua yang ada hanyalah kesepian, kesakitan, dan ketidakberdayaan?
Kesepian; anak, cucu semua sibuk dengan urusan masing-masing. Ketikapun pada akhirnya mereka datang mengunjungi, terkadang mereka terlalu sibuk berbincang satu sama lain dan tidak memedulikan si orang tua. Terkadang mengobrol dengan orang tua menjadi sesuatu yang membosankan, karena hanya berisi cerita yang sudah puluhan kali diulang-ulang, dan pembicaraan panjang yang tak ada habisnya. Di tengah keramaian, bahkan di tengah kunjungan anak cucu sekalipun kesepian itu tetap ada. Harapan satu-satunya hanyalah pasangan hidup, yang sama2 sudah renta, untuk berbagi kisah hidup yang tiada habisnya.
kesakitan; semakin tua, semakin banyak penyakit menggerogoti, diiringi penurunan daya tahan tubuh, penurunan kemampuan daya serap panca indera, penurunan kondisi kesehatan. Penyakit 'modern' yang begitu banyak siap menerkam. tak terkena penyakit itupun masih harus tetap menerima kenyataan bahwa fisik tidak lagi sekuat dulu, telinga tidak sepeka dulu, lidah tidak selancar dulu untuk berbicara, dan pandangan tak lagi setajam dulu. bahkan, alat bantu panca inderapun dibutuhkan, disamping alat bantu lainnya. dengan kondisi tubuh menurun seperti ini, apa lagi yang bisa dilakukan?
ketidakberdayaan; ketika muda, ketika kesepian itu datang toh masih ada seribu hal yang bisa dilakukan. pergi bersama teman, melakukan hobi ataupun hal-hal yang disukai. tetapi ketika tubuh semakin renta, semakin banyak penyakit menggerogoti, apa yang dapat dilakukan? kegiatan fisik seperti olahraga berat sudah pasti tidak mungkin dilakukan, jalan-jalan juga sulit, stamina tidak lagi seperti dulu, kegiatan yang dulu menjadi hobi dan kegemaran pun sulit dilakukan karena penurunan panca indera. jadi apa yang tersisa untuk dilakukan? tak ada orang untuk diajak bicara, tak ada kegiatan yang bisa dilakukan, sementara tubuh menderita karena penyakit dan penurunan daya tangkap indera dan daya tahan. sungguh tak tau apalagi yang dapat dilakukan.

lalu,
untuk apa kita berdoa minta supaya orangtua kita, orang terdekat kita diberi umur panjang, ketika kita bahkan tak mau menyediakan waktu untuk mereka, untuk sekedar melihat keadaan mereka, menelpon menanyakan kabar, menyediakan telinga untuk mendengar cerita mereka yang sudah diulang beribu-ribu kali, dan untuk membantu melayani kebutuhan mereka akibat kondisi fisik yang semakin menurun?
ketika kita berdoa dengan "egois"nya meminta umur panjang untuk mereka, tapi dengan tega membiarkan mereka, -orang-orang yang seharusnya sangat kita sayangi itu- tenggelam dalam kesepian, kesakitan, dan ketidakberdayaan?
ketika hari-hari hanya diisi dengan rasa sepi, kosong, dan rintihan rasa sakit, apalagi arti dari umur panjang itu sendiri?
*dedicated to my beloved grand mothers, and grandfather whom i love very very much, but sadly i havent done my best to help them feel alive, and to feel grateful for their well being in their late age.
Tuesday, April 13, 2010
when i'm felling blue

Couple of days ago i was told that one of my friend has lost her boyfriend. Her boyfriend has passed away.
I was shocked. Speechless. Though she isn't a close friend of mine, tho i didn't know her boyfriend, still, i feel bad for her. Really.
I couldn't imagine how it would feel to be like her. And honestly, i am praying hard so He wont let that kind of thing ever happened to me. Please God, if i could ask, please don't let that thing happened to me. I don't think i could handle it.
I couldn't imagine losing someone so fast and so suddenly. As far as i know, her boyfriend has only been sick for a day, and the next day he has passed away. So fast. Without any chance to really say goodbye. Oh my.
And, i guess this bad news was the reason why i'm feeling blue recently.
I shed a tear when i watched some local movies on TV yesterday, without really knew why i was crying. I even wasn't in a bad mood nor in a gloomy mood yesterday. Just something in the movie, the love and the sweetness that touched my heart, somehow. Duh. silly me. I never ever cried for that kind of movie before.
Goodbye.
I think deep down in my heart i hate this word more than i knew. Saying goodbye is never easy. And usually it left me with a kinda melancholic mood for a couple of times afterwards.
One of my biggest fear is losing someone who is precious to me. My family, my closest friends, my boyfriend. Sometimes i even wish that i would left earlier than them, so i wouldnt have to feel the sadness, the loss. But i know it was a very egoistic wish. Life is merely a gift from God. And all the living people still have missions to accomplish before they are going home. Many people struggling to live, and who am i, wishing for a chance to leave sooner than my dearest ones? No, i still want to live as long as He let me to. As long as He still has a mission for me to accomplish, whatever it is.
Still, i hate to say goodbye. I hate to feel the loss. Especially when death really do us apart.
But, what can i do? The time will come, sooner or later, and we really don't know how much time left for us being together.
I know, i know, things like this should have reminded me that we really are immortal creatures. And we should have be grateful for our togetherness, our moments together, for a chance that still left for us.
Again, i was reminded that i should cherish every moment i have, with anyone, for i dont know if i could see or meet them again.
At least i still get a positive thing for this melancholic mood haha.
For my friend who has just lost her boyfriend, I really don't know what to say. Deep condolences. I'm really sorry for your loss.
And, btw, thinking and writing like this also make me miss someone. I miss you :)
Monday, April 5, 2010
only human?
Itulah cuplikan drama di acara paskah gereja saya kemarin. Drama dan khotbah paskah yang sukses membuat saya berpikir,
Benarkah alasan 'im only human' boleh dipakai untuk mentolerir rasa marah dan kekecewaan kita terhadap Tuhan?
Ketika seseorang merasa kecewa dan marah terhadap Tuhan, dalam pelayanan, dalam hidup, apa yang harus dilakukan? Membiarkan rasa itu ada dan sembuh dengan sendirinya, atau menekan rasa itu dan bersikap keras terhadap diri sendiri; dengan alasan kita 'cuma' hamba-Nya, yang bahkan ga punya hak apa-apa. Tuhan sudah memberi terlalu banyak, dan kita bahkan GA BERHAK untuk mengeluh.
Seems like unfair, ketika manusia diberi kemampuan untuk merasakan dan mempunyai perasaan, tetapi tidak boleh merasa kesal dan marah kepada Tuhan. Ketika seseorang dituntut untuk menekan perasaannya yang terluka karena kelakuan rekan sepelayanannya, dengan alasan "itu yang namanya pelayanan. kita kan cuma PELAYAN, namanya hamba ga punya hak buat protes. Tuhan aja mau ngampunin dosa kita yang segitu banyaknya, masa kita ga mau ngampunin kelakuan temen kita yang cuma segitu doank? Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. kalo ribut cuma gara-gara hal sepele gitu, apa bedanya gereja sama perusahaan?"
Ketika pelayanan itu menjadi berat, dan rasanya ingin mengeluarkan beban di hati dengan berkeluh kesah dan bercerita kepada orang lain, tetapi enggan karena pada akhirnya respon yang didapat hanyalah berupa nasehat untuk menguasai diri dan menekan perasaan. Nasehat untuk jangan manja, jangan terbawa perasaan, jangan terbawa situasi, dan nasehat-nasehat lain mengenai apa yang seharusnya dilakukan. Bukan penghiburan ataupun pengertian yang didapat melainkan nasehat yang keras, ataupun komentar yang tak diinginkan.
Kalau gitu untuk apa ya Tuhan memperlengkapi manusia dengan yang namanya perasaan?
Saya tau, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Tentu aja yang saya maksud di atas bukan kemarahan yang meledak-ledak ataupun emosi yang tak terkontrol terhadap Tuhan maupun sesama. Pertanyaan saya, sejauh mana manusia diijinkan merasa kecewa dan marah terhadap Tuhan maupun sesama? Atau justru rasa marah dan kecewa, terutama terhadap Tuhan, itu sama sekali tidak diperbolehkan?
Benarkah tidak pernah ada istilah 'terlalu keras pada diri sendiri', karena pada dasarnya setiap orang harus memacu dirinya untuk punya mental yang kuat, terus bangkit, dan mengembangkan dirinya?
Ketika seseorang bercerita, bukankah dia sebenarnya ingin didengarkan, bukan dikomentari ataupun diberi solusi? Solusi pemecahan masalah mungkin akan sangat berguna, tapi bukankah lebih berharga jika pertama-tama kebutuhan untuk didengar dan dimengerti telah terpenuhi? Tapi seringkali respon orang-orang adalah sibuk memberi komentar, saran, nasehat tanpa benar-benar mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan dan permasalahannya. Padahal, seringkali seseorang sudah tau dengan persis apa yang harus dilakukannya, dia hanya butuh didengarkan, dimengerti, dan dihibur, tanpa perlu dikomentari atau dinasihati.
Ketika kita terus berkomentar dan menasehati orang lain, ketika kita terus berkata apa yang seharusnya seseorang lakukan, apalagi ketika kita terus berkata, "Kamu harus kuat. Kamu harus bangkit, ga boleh lama-lama mellow kaya sekarang. Kamu tuh harus do something" bukankah sama saja kita bersikap keras terhadap orang itu dan "ga menyetujui" perasaannya, apapun itu?
I've been there before. I have been upset and received even more upsetting responses from whom i talked to. But i also have been the one who told someone to do this and that, without really listening to him/her. I really understand the feeling. And I have been thinking about this thing for a long time.
Sebagai manusia, saya masih merasakan kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan. Berulang-ulang malah. Dan saya nggak yakin saya akan tetap bisa tenang dan bersyukur kalau saya ada di posisi Mbok Kerti. Saya nggak tau gimana sikap dan emosi saya ketika cobaan hidup terasa terlalu berat buat saya. Saya nggak tau apakah iman saya akan cukup kuat untuk bisa tetap tenang dan tetap bersyukur.
Terkadang saya terlalu lelah, terlalu marah, terlalu kecewa, bahkan untuk berpikir bahwa Tuhan itu baik, bahwa ada hal positif dibalik semua permasalahan di depan mata. Terkadang saya bahkan nggak mau mendengar ketika orang lain bilang sama saya untuk sabar, untuk tetap bersyukur, untuk tetap tenang. You just dont know how my feeling was.
Terkadang, dalam kekecewaan yang terlalu dalam, bahkan tidak ada respon apapun yang terasa tepat, bahkan dari orang terdekat sekalipun. Semua terasa salah. Dan menyebalkan. (yeah, sangat egois, i know)
Tapi pengalaman-pengalaman itu toh pada akhirnya mengajarkan banyak hal kepada saya. Setelah emosi-emosi sesaat itu mereda, setelah semua masalah berlalu (kadang dengan cara yang ajaib), In the end, i still know that He is God and He is good. Still i have been blessed with too much good things happenned in my life. And it left me with nothing but shame. Malu karena udah marah-marah sama Tuhan. Malu karena udah bersikap manja dan ga tau diri.
Yah, memang ketika kemarahan dan kekecewaan datang, lebih mudah untuk marah sama Tuhan daripada mengingat kebaikanNya. But, i guess, itu bagian dari belajar untuk hidup dalam Tuhan. Jatuh bangun berulang kali, untuk belajar jadi orang yang lebih baik, pada akhirnya.
Yang saya percaya, Tuhan itu Tuhan yang liberal. Dia menciptakan manusia dengan peraaan, dan Dia ga keberatan kalo manusia merasa marah dan kecewa kepada-Nya. Dalam batas tertentu tentu saja. (Batas inilah yang saya belom ngerti).
Yang saya percaya, Tuhan mengijinkan kita punya unek-unek yang disampaikan langsung kepadaNya, malah Dia senang kalau kita mencurahkan isi hati kita kepadaNya, termasuk kekecewaan dan kemarahan kita. Sepahit dan sebesar apapun kekecewaan dan kemarahan itu.
Yang saya percaya, Tuhan datang ke dunia dan menjadi manusia untuk benar-benar bisa merasakan perasaan manusia, termasuk kesulitan dan pergumulan hidup manusia. Jadi, Dia mengerti apapun kesulitan kita, He has been there before, and He knows exactly how it's feel like to be us, to be human.
Yang saya percaya, -walaupun klise dan ga gampang ketika harus benar-benar ngejalaninnya-, everything happens for reasons. Dan Dia ga bakal memberikan sesuatu yang lebih berat daripada yang bisa kita hadapi. Terkadang, Tuhan mengijinkan kita mengalami hal yang berat supaya nantinya, -ketika kita sudah berhasil melewatinya-, kita bisa menguatkan orang lain dan menjadi berkat buat mereka.
Well, for now, all i can say is, that's life. Menyebalkan kadang, tapi mau bilang apa? Pilihan di tangan kita seperti apa kita mau melihat hidup :)
Kalau kata bokap saya sih, hidup itu dibilang berat ya ga berat-berat amat, tapi dibilang enteng ya ga juga. I think he's right somehow. Life is not that hard, because we have our Almighty God. but life isnt easy either, because we still have to do our part.
Wednesday, March 10, 2010
after shutter island
waktu pertama kali liat trailer SHUTTER ISLAND, saya bilang sama cowo saya, "Kayanya bagus nih, nonton yuk!" dan kemudian dia merespon dengan, "Halah gaya..emang berani? haha"

nah, untuk membuktikan "keberanian" saya, jadilah kemaren ini saya nonton film tersebut sama si cowo dan orang tuanya. sebenarnya sih saya "dijebak", secara saya baru tau kita mau nonton shutter island setelah tiketnya udah dibeli. well, tapi emang saya pengen nonton sih.. setelah nonton Orphan, final destination, dan SAW dengan susah payah, -dan berbuah muka stress setelah film selesai-, saya rasa saya udah cukup siap mental buat nonton shutter island hahahaha *pede
anyway, saya punya a must have item buat nonton film thriller : syal/ cardigan/ jaket/apapun yang bisa buat "ngumpet" dan nutupin mata hahaha.. ga lucu kan kalo nutup mata pake tangan? jadi saya prefer pake benda2 seperti di atas, sekalian buat nahan dingin juga hehehe...
tapi karena hari itu saya ga prepare buat nonton film thriller, saya ga bawa syal. tapi untungnya saya pake cardigan. jadilah si cardigan turqoise jadi penyelamat saya hari itu, karena kira-kira 3/4 film itu saya tonton di balik cardigan hahaha *blush
well, walo kebanyakan ngumpet dibalik cardigan,i ended up with stressful face, as usual, and a gloomy mood. it's not a perfect way to end weekend, actually, but i must say this film is great! unpredictable plot and highly recommended, especially to whom who like psychology.
pada dasarnya saya orang yang suka mikir macem-macem. segala sesuatu, bahkan yang ga penting sekalipun, bisa saya pikirin. dan film itu sukses bikin saya berpikir (makin) macem-macem.
apalagi abis nonton film itu bokap cowo saya cerita tentang rasanya koma. beliau pernah koma, dan ketika koma itu beliau ngeliat flash back kehidupannya. bukan cuma hidupnya, tapi dari jaman adam dan hawa sampai hidupnya. beliau juga bilang kalo beliau bisa ngerasain dan tau semua hal yang terjadi selama dia koma, hanya aja beliau ga bisa berbuat apa-apa. well, mungkin ini yang dibilang kalo orang koma tetep bisa denger apa yang kita omongin ke mereka.
jadi tambah serem deh.
bukan serem ato takut gimana sih, tapi jadi makin sadar kalo hidup itu bener-bener hanya sekejap mata. like in a blink of eyes, sekarang udah pertengahan maret, padahal kaya baru kemaren ngerayain tahun baru. so fast. scaringly fast.
jadi berpikir tentang hidup. makin berasa semua ini ga real. jadi berasa seolah semua yang saya alami cuma mimpi yang akan segera berakhir. gimana ya? susah dijelasin, tapi saya tiba-tiba menyadari betapa ga kekalnya manusia. seperti yang dibilang di alkitab, umur manusia seperti ilalang, yang hari ini tumbuh dan besok udah layu dan dibuang ke perapian. (saya lupa sih gimana ayatnya, tapi kira-kira kaya gitu).
betapa kita bukan siapa-siapa dibanding kekekalan Tuhan. betapa hidup kita yang sekarang means nothing dibanding kekekalan nantinya (yang akan kita habiskan entah di surga atau di neraka). the idea of eternity scared me somehow. couldn't imagine how it would be like to live in eternity. neverending.
jadi berasa takut juga, apa yang kita lihat belum tentu fakta. belum tentu apa yang kita lihat itu benar. somehow jadi takut juga kalo selama ini yang saya alamin itu ga real, hanya ilusi semata. gimana kalo ternyata saya juga szicophrenia ? (hahaha kalo yang ini sih kayanya efek samping dari kebanyakan mikir aja).
kalo mau diterusin sih bakalan lebih panjang, dan saya sendiri susah ngejelasin apa aja yang ada di kepala saya hasil nonton film itu.
but anyway, shutter island still is a highly recommended film. you should watch it. maybe it isnt the mood enlightening film, but it's still worth it. still worth to watch. at least it is for me :)
happy watching!


*notes : pas googling cari gambar buat postingan ini, saya sebenernya nemu gambar yang lebih keren dan eye catching, tapi terlalu serem buat saya. jadi, daripada bikin shock jantung mendingan ga dimasukin deh hehe..
Wednesday, February 24, 2010
today's blessing
bosen kerja, ngeluh. macet, ngeluh. ujan, ngeluh. panas, ngeluh juga. ketemu orang nyebelin dikit, ngeluh. ketemu masalah dikit, ngeluh. tsk! kebanyakan ngeluh gini nih yang bikin hidup lebih ribet dan berat.
padahal, banyak orang yang lebih ga beruntung daripada gue, banyak orang yang hidupnya lebih susah daripada gue. harusnya sih gue malu ya, banyak orang yang lebih berat hidupnya daripada gue, dan mereka tetap bisa bersyukur and stay positive. berasa jadi anak manja banget kalo ketemu orang-orang kaya gitu..
nah, makanya, im trying to be grateful for every little things in my life. kadang ya, saking baiknya Tuhan, kita jadi merasa hal-hal yang baik itu 'wajar'; karena jarang ngalamin yang ga enak, kita jadi kurang mensyukuri hal-hal yang baik.
today's blessing
1. punya kantor yang deket rumah. Gue pernah ngerasain kerja di tempat yang lebih jauh, jadi sangat bersyukur punya kantor yang deket rumah, yang bisa bikin gue bangun siangan, dan cukup membutuhkan 15 menit saja untuk ke kantor :p
2. cuaca hari ini yang cukup bersahabat. walo agak gerimis pas jam gue berangkat dan pulang ngantor, tapi it's okay. paling ga gue tetep bisa berangkat dan pulang kerumah walo ujan-ujanan dikit.
3. si abang ojek langganan bisa jemput hari ini. it's simple, tapi sekalinya dia ga bisa jemput,gue kelabakan nyari transport pulang. susah kendaraan umum, bahkan ojek sekalipun di kantor gue. jadi, sebenernya ketersediaan abang ojek buat jemput tiap hari itu merupakan satu hal yang patut disyukuri. (ini nih yang gue bilang hal simple, tapi sekalinya ga ada bisa bikin masalah) :p
4. sehat waalfiat. haha klise. kesehatan baru berasa mahal kalo kita udah sakit. makanya gue mau mensyukuri selama gue masih dianugerahi kesehatan. jaga pola makan, pola tidur, dan minum vit. live a balance life.
5. punya HP yang bisa berfungsi dgn baik, lengkap dgn pulsanya. masih bisa berkomunikasi dengan siapapun. pernah donk ngerasain masa-masa dimana koneksi HP susah, ato ga ada pulsa? rasanya gregetan banget kan.. makanya, bersyukur deh kalo masih bisa bertelpon-telpon ria, ber sms-sms ria dengan lancar.
6. masih dikelilingi orang-orang yg disayang. keluarga, pacar, sahabat, temen-temen, semuanya. kita ga pernah tau kapan salah satu dari mereka dipanggil pulang. kita ga pernah tau umur masing-masing dari kita.
7. pulang kantor, sampe rumah saat masih ada matahari. senang skali bisa pulang cepet, bisa istirahat di rumah, ketemu sama keluarga, dan ngelakuin hal-hal lain. gue tau ini salah satu hal yang patut disyukuri karena banyak orang yang pergi subuh dan sampe rumah malem.
8. bersyukur masih punya kerjaan. dimanapun gue ditempatkan, i believe He has plans. ga ada kerjaan yang gampang, semuanya tergantung gimana kita menyikapinya. gue juga masih belajar buat mencintai dan menemukan passion di kerjaan gue, susah memang, tapi ya harus diusahakan. gue pengen dimanapun gue ditempatkan, gue bisa belajar hal baru dan menjadi berkat :)
udah mulai keabisan bahan untuk bersyukur nih. but at least i've tried. let's try again tomorrow.hehehe..
really really thanks to You, for keeping me alive til now. :)
Friday, January 15, 2010
ngapain pusing? if you love it, just do it!
gw ngerti banget tuh rasanya si mbak okke (si penulis blog) yang bilang kalo dia sebenernya suka gambar, tapi karena gambar teman-temannya lebih bagus, dia jadi minder dan ga mau gambar di depan orang lagi. wah, gw banget tuh! haha (curcol)
gw juga suka gambar, walo ga sampe maniak gambar, tapi dari kecil -TK,SD,SMP gw suka gambar. waktu kecil malah gw suka bikin komik, dengan cerita versi gue sendiri tentunya, sampe berbuku-buku..walo ga pernah ada yang sampe tamat haha.
salah satu alasan gw masuk desain juga karena kesukaan gw pada gambar dan desain. gw suka keindahan, suka art, walo bukan yang terlalu nyeni banget. dan, i think i am artsy enough to be a designer (hopefully haha). tapi kenyataannya, ketika masuk dunia kuliah, gue mengalami juga tuh rasa minder yang berlebihan itu.
sistem pendidikan yang cenderung suka membanding-bandingkan, dan sistem kuliah desain yang kompetitif bikin gue sempet ragu sama keputusan gue buat ambil jurusan desain. ngerasa salah jurusan! (tapi sebenernya sih, kalo nggak ambil desain ga tau juga mau ambil apa. no other choice!). ngeliat karya temen-temen yang aduhai aduhai dan wow wow wow, dan ngeliat kenyataan karya gue yang biasa aja, cenderung di bawah standard (dibuktikan dengan nilai seadanya, kalo ga mau dibilang kurang), bikin gue stress, terutama pada awal-awal kuliah. dan karena stress, jadi makin ngotot bikin karya yang "nggak biasa", makin ngotot buat mikir "outside the box", dan pada akhirnya malah bikin ide buntu! hiks.
agak menyebalkan memang, saat kreativitas tinggi dibutuhkan, yang ada malah ga ada ide. makin ngotot mikir, makin buntu idenya. justru pas lagi santai, lagi tenang, kreativitas dan ide bisa dateng dengan sendirinya. tapi namanya kuliah, tugas, kan ada deadline. mau sampe kapan nyari-nyari ide.
ga suka sih mengingat masa-masa kelam semester awal itu. masa-masa pencarian jati diri di desain hehe. thanks God seiring dengan perjalanan waktu, kondisi semakin membaik. nilai gue semakin membaik, dan bahkan tugas akhir gue bisa dapet nilai memuaskan. (sekali lagi, itu mah namanya anugerah. kemampuan dan kreativitas gue mah pas-pasan doank..). tapi ketika masuk dunia kerja, kembali rasa tidak pede itu muncul.
siapa gue, anak baru lulus yang cupu, dibanding desainer-desainer yang udah berpengelaman dan keren-keren itu. minder sejadi-jadinya deh. dan kembali, gw jadi minder sama kualitas gambar gue yang emang jelek banget untuk ukuran desainer (hiks).
sampai suatu hari gue menemukan bahwa drawing skill bukan segala-galanya. ada arsitek terkenal, Frank Gehry yang ternyata juga ga bisa gambar. dan tiba-tiba fakta itu membuat hidup gue seperti lebih cerah hahaha... yah, minimal walo gambar gue ga bagus-bagus banget, tapi gue masih punya otak dan ide-ide yang bisa gue 'jual'.
yah, sampe sekarang sih masih tetep dengan pergumulan pencarian jati diri seorang desainer. tapi tulisan tadi itu bikin gue sadar, kalo setiap desainer punya karakter desain sendiri. dan enaknya di dunia desain, desain itu ga ada yang jelek ga ada yang bagus, namanya juga selera. cuma setiap hari harus meng improve diri sendiri.
intinya, kalo emang suka, ngapain pusing sama komentar orang. toh ini hidup ya hidup gw sendiri, hobby ya hobby gw sendiri. Hobby dan passion pribadi yang harusnya ga ditentukan oleh kritik dan subjektivitas orang lain. if you love it, just do it!
thanks to mbak okke! buat artikelnya. walo artikel lama, tapi bisa jadi pencerahan lho!hehe..
and especially, thanks to You who make me found that article. You know, i've been struggling about this for a while. thank you
Thursday, July 9, 2009
riding on that 'shinkanzen' again!
the feeling like i was on a very fast train, having no idea where i was going. having no idea what i should do. should i stop on the next station? or stopping on the last station? i even have no idea if i was on the right train or not. should i change train?
i didnt know where i am. i was on a country that i didnt know. with foreign language that i didnt speak. i was holding a map given to me before the journey, but i couldnt read it coz i havent translated it yet.
first, i had to learn to read the map. He who gave me this map is the only One who can help me translated it, coz He made it especially for me. so, what i should do is asking Him for help. but, He has His own way, and His unique way to answer,to help me. i havent understand it for now. i have asked Him, repeatedly, but i still was confused.
in the middle of my confusion, the train keep moving. and very fast. i feel like i wanted to stop the train from moving so fast. i feel like i couldnt keep up with the speed. i feel like i have to translate the map quickly then make decissions. but i (still) didnt know what to do.
dear He who gave me the map,
please show me how to read the map, please help me to translate it, or would You translated it for me? please? :)
i havent understand Your answer, but please help me to understand.

